Translate

Keluarga tercinta

Belajarlah untuk melepas masa lalu agar tidak menjadi penghalang di masa depan, walaupun masa lalu itu sulit dilupakan.

Tuhan tidak pernah tidur

Berpikirlah sebelum bertindak

Tuhan tidak pernah tidur

Bertindaklah dijalan Alloh swt, Tuhan maha pengasih

Tuhan tidak pernah tidur

Kasih ibu sepanjang jalan

Tuhan tidak pernah tidur

Kasih Tuhan sepanjang jaman

AKU adalah AKU....aku yang dilahirkan dari keluarga sederhana dikota kecil,
AKU adalah AKU....aku yang dipecut sejak kecil untuk menjadi manusia yang berguna dihari tua,
AKU adalah AKU....aku yang melihat segalanya dari kacamata seorang manusia,
terimakasih bapak , maturnuwun ibu , bahkan airmata ku pun tak bisa membalas kebaikan ini,
segala puja doa , hanya bisa kukirim ,  untukmu almarhum bapak ibu,
dan hanya bisa bersyukur kepada MU ya ALLOH , Tuhan sang Maha Penyayang ......
purna kata , sudah selayaknya aku harus "memanusiakan manusia dengan nurani".......
aku
,eddiepriyono.

 

Sabtu, 21 Mei 2016

SETIA vs SE TI A





PUBLISHED di " HUMAN CAPITAL JOURNAL " Magazine.

Drs Eddie Priyono MM .

Seseorang, bertanya kepada teman yang sering dan sudah 9 kali berpindah pindah tempat kerja. Kenapa sih dirimu tidak mempunyai loyalitas yang tinggi, dan terus berganti  tempat kerja seolah tidak ada puasnya?  
Apakah hanya memikirkan penghasilan tinggi, fasilitas kerja ,atau sekedar advonturir ?  
Dan kapan dirimu akan mulai betah, setia , dan bertahan di satu tempat kerja ?

Suatu pertanyaan yang menggelitik, karena seorang professional yang biasanya juga disebut talents atau  super SDM, mempunyai pertimbangan yang bervariasi dan  private untuk pindah kerja.  

Benarkah ini suatu tanda, bahwa  semakin tinggi value sang talent dan semakin banyak yang  membutuhkan profesionalisme nya, semakin besar kesempatannya untuk lompat pagar seenaknya ? 

Dan itukah tanda ketidak setiaan nya ?   

Atau ,  adakah peran HR juga yang menyebabkan  talent memutuskan angkat koper dan mencari tempat baru untuk menunjukkan kemampuannya. 

Dalam dunia sepakbola professional, hal ini jamak terjadi, seandainya seorang striker berpindah klub, untuk lebih menunjukkan tajinya di klub baru dengan value yang lebih tinggi.  

Mereka tidak sepenuhnya loyal kepada Klub nya,  tetapi mereka LOYAL kepada  PROFESI  nya. Seorang Cristiano Ronaldo  boleh berganti klub setiap musim, tetapi dari profesi dia akan tetap  berkiprah sebagai striker, dan bukan kiper.  

Kesetiaan kepada profesi adalah hal yang utama dan prisip , dan  harus dipunyai seorang talent, karena itulah keahlian yang akan diberikan kepada korporasi. 

Tetapi kesetiaan kepada korporasi berbeda dan mempunyai banyak hal dibelakangnya, khususnya peran HR sebagai pengelola human resources internal korporasi. 

Ini  menyangkut penerapan aturan aturan baik dari Kementrian Tenaga Kerja maupun aturan internal korporasi termasuk climate yang membuat seseorang betah atau gerah untuk berlama lama bekerja di korporasi tersebut. 
Dalam fakta operasional, sangat sering seorang manajer HR ‘dipakai’ sebagai bulldozer oleh sang CEO untuk menjalankan missi korporasi. 

Hal yang sangat wajar, seandainya itu masih dalam koridor aturan yang benar, tetapi kalau sudah dipakai oleh sang CEO  untuk menjalankan ego dan hal hal yang berseberangan dengan aturan,  maka si manajer HR sudah masuk kedalam blunder cycle yang merugikan korporasi maupun si talent. 

Seorang CEO tidak suka dan ingin membuang seorang Area Manager di Jawa ke Jayapura, dengan harapan sang manajer akan mengundurkan diri ?.  

Itulah target dan keinginan CEO maka  iapun memerintahkan manajer Operasional dan  manajer HR untuk membuat surat pindah.
Tanpa melakukan penelitian dan assessment, HR menjalankan instruksi CEO.  
Dua kerugian telah terjadi, yaitu kerugian korporasi maupun si talent, karena kecerobohan ini. 

Korporasi rugi, karena kalau area tersebut dimanage oleh seorang talent berdasarkan assessment yang riil dan benar, tentu hasilnya akan jauh lebih bagus daripada dimanage  oleh seseorang yang dibuang karena tidak disukai CEO. 

Si talent rugi karena harus berangkat dengan perasaan yang galau dan merasa dirinya dibuang oleh korporasi,  atau , dia harus memutuskan berpindah kerja lagi,seandainya dia sudah  ready to go. Cerita extreme seperti ini kalau sampai benar terjadi tentu sangat disayangkan,  karena HR telah ikut berperan menciptakan climate yang tidak kondusif dan merugikan korporasi sendiri.  

Kemungkinan akan banyak sindiran yang akan terlontar dari internal korporasi , HR bukanlah  HUMAN  RESOURCES ,  tetapi telah berubah menjadi ” Hulubalang Raja” . 

Berbagai sudut pandang talent sebenarnya bisa dilihat dan dianalisis , karena  bisa menjadi acuan HR  sebagai pengelola SDM  terutama terhadap  talent yang menjadi asset penting korporasi. 
HR seharusnya menjadi pengayom SDM  dan talent, sekaligus garda terdepan  pelaksana aturan ketenaga kerjaan dan aturan korporasi sendiri. 
Tidak ada alasan apapun bagi lembaga HR, untuk lebih mementingkan ego dan kekuasaan Direksi , dengan mengorbankan suasana dan kenyamanan kerja para SDM dan talent.

JOB SATISFACTION  vs  HRD

Dalam bukunya ”ORGANIZATIONAL BEHAVIOR ”.Fred Luthan menulis tentang 5 job dimensions yang mewakili characteristic pekerja dalam menentukan job satisfactions.


1.    The Work  itself.

2.    Pay , remuneration’

3.    Promotion opportunities.

4.    Supervision.

5.    Coworkers and working group.



Jelas sekali yang dia sebutkan disini, tetapi dia masih menambahkan satu kategori lagi,yaitu Working Conditions. 
Dan inilah kunci untuk mengikat kelima karakter diatas.  

Peran dari HR sangat penting untuk menjaga working conditions ini,  mulai dari sistim kebersihan yang terkoordinir dengan baik, sampai dengan flexibelitas suasana kerja dalam koridor aturan aturan dan lain lainnya .
Bukan sekedar menyenangkan Direksi dan mengorbankan value dari working conditions.  

Assesment , penilaian kinerja terhadap HR memang harus spesifik,  untuk memberikan impresi kepada para talent tentang fairness assessment , dan ini harus berani dilakukan oleh korporasi , untuk menjaga Working Conditions, bahkan menaikkan kenyamanan kerja ini ke level yang lebih tinggi. Job satisfaction yang lebih baik dari tahun ketahun sangat didambakan oleh para talent , karena dengan situasi ini , kinerja , inovasi , breakthrough dalam productivity , sampai ke peningkatan kwalitas output korporasi akan lebih sering terjadi, yang akan menyebabkan posisi korporasi meningkat di industrinya , baik yang bersifat tangible maupun intangibles.  

Value improvement seperti ini sangat didambakan para Shareholders, Dewan Komisaris , Dewan Direksi, seluruh ‘penghuni korporasi’, sampai kepada pelaksana jalur distribusi ke customers termasuk pengguna produk dan jasa korporasi tersebut.   

Balance score card untuk HR memang mengandung hal hal yang juga bersifat abstrak, bisa dirasakan , tetapi  sulit untuk dilihat dengan mata kepala , apalagi oleh seseorang dari external korporasi. Assesment HR secara tahunan bukan hanya berisi penggunaan anggaran  ,pelaksanaan rekruitmen tepat waktu dan terpenuhi kwalitas  dan kwantitas , evaluasi in out karyawan ,pelaksanaan training terskedul maupun adhoc , hubungan tripartite yang harmonis dan lain lainnya. 

Tetapi hal paling sulit, salah satunya adalah mengukur tensi job satisfaction di internal korporasi.

Working Conditions yang dikatakan talent terkadang bersifat subyektif, dan tidak mewakili yang dirasakan oleh mayoritas. 
Hal ini sebenarnya tidak perlu dirisaukan, karena tolok ukur realistis adalah , betahnya para SDM dan talent, berkurangnya kwantitas yang meninggalkan korporasi , dan tebaran senyum para penghuni korporasi karena suasana nyaman ,walau seberat apapun tantangan yang ada , baik yang internal maupun dari competitor. 
Mindset yang positif dan konstruktif , adalah buah karya terberat HR. 

Seorang HR yang berusaha untuk selalu mendatangi departemen lain, berkomunikasi setiap saat dengan konsep mendengarkan ,berfungsi sebagai pengayom bagi semuanya, dan menjalankan fungsi structural sebagai tulang punggung CEO,  untuk menjalankan instruksi instruksinya sesuai aturan main yang benar dan menguntungkan korporasi dan SDM nya. 

Jangan biarkan para talent memulai selingkuh , dengan melirik kanan kiri korporasi mencari tempat yang lebih nyaman buatnya.  
Bukan hanya materi yang diinginkan ,seperti kata Fred Luthan diatas , tetapi lebih kepada working conditions yang digelutinya sehari hari.  

Jangan biarkan teman diatas  bertindak SE-TI-A, selingkuh tiada akhir , mencari tempat bekerja yang kesepuluh. 

Tetapi biarkan dia menikmati working conditions yang baik di korporasi ini, denagan kata  SETIA yang sebenarnya.

Semoga.

eddie.priyono@yahoo.com
220516
Share:

...J A R K O N I...




















Published di  "Human Capital Journal" magazine.

Drs. Eddie Priyono MM

Suksesnya  pencapaian tujuan  korporasi, identik dengan suksesnya kinerja  seluruh jajaran Sumber Daya Manusia , sesuai planning yang telah disusun didalam budget tahunan.  

Pada awal tahun 80an, seorang lulusan sarjana ekonomi yang pada saat itu masih sangat langka , sempat tertegun , karena begitu dia diterima sebagai “management trainee” disuatu perusahaan multi national yang memproduksi  consumers product, dia harus magang menjadi salesman kepasar pasar tradisional
Bukankah kalau diterima kerja , seorang sarjana seharusnya bisa langsung jadi Boss ?...pikirnya...

Dengan dibekali modal Rp 2juta , plus mobil van dan 1 sopir, dia harus menjual produk produk ke retail, sekaligus mendisplay produk, dan memasang alat peraga sarana reklamenya. 

Inilah aktifitas harian seorang sales promotor , yang menyisip produk yang belum ada di outlets , karena distributor sudah terbiasa hanya menjual produk yang mudah dan laku dijual.  

Para SP ini juga diharuskan untuk mendisplay produknya hingga  eye catching ,  diselingi alat peraga, khususnya produk yang saat itu sedang masa promosi.  
Dalam waktu 3 bulan , dia harus membuat laporan harian,  mingguan dan  bulanan yang tidak boleh ada selisih antara  stok, kas ,dan  dikonsolidasi dengan pengeluaran uang makan, bensin, parkir dan lain lain.  
Benar benar suatu pekerjaan lapangan yang jauh dari perkiraannya karena merasa dirinya adalah sarjana.
  
Dan setelah 3 bulan berjalan, saatnya sang Management Trainee  memberikan presentation didepan HR dan Manager terkait, apa saja yang telah dikerjakannya. 
Termasuk hasil audit pekerjaannya , yang dilakukan oleh supervisor yang berwenang diarea tersebut, bersama tim auditor dari korporasi.
Dan yang  paling ditunggu oleh Tim Penilai, ada lah  usulan usulan , ide baru, dan temuan temuan, tentang produk, alat peraga, komentar dari retailers, konsumen, aktifitas competitor dan lain lain.

Kemampuan, kemauan, semangat dan talenta sangat terlihat disini, bukan hanya teori , tetapi sudah mencakup praktek lapangan ,mental, disiplin, kejujuran, kreatifitas dan semangat juang si MT ini. 

Apabila dianggap lulus oleh Tim Seleksi,  maka si MT berlanjut dengan magang sebagai Supervisor selama 6 bulan kedepan.  

Dan kini didepannya terbentang lingkup kerja yang  luas dengan membawahi sales promotor yang sebenarnya , Sales Promotor asli , bukan yang magang .  

Demikian seterusnya, setelah 6 bulan si MT harus kembali berhadapan dengan Tim Seleksi untuk presentasi serupa.

Barulah dalam 3 bulan terakhir sebelum menginjak 1 tahun, si MT dijajal sebagai  Deputy Area Manager  disuatu area yang telah dipersiapkan. 
Dan , akhirnya setelah 1 tahun , dia telah  ready for use  sebagai Asistant Manager  dan  bisa naik kejenjang jabatan seterusnya. 

Program pelatihan semacam ini memang dipersiapkan untuk mendapatkan talenta  talenta calon pimpinan korporasi yang teruji dan mumpuni di masa yang akan datang.  

Dan model pelatihan semacam ini telah lama dijalankan oleh Militer dan Kepolisian melalui Akademi mereka.  
Sangat kontradiksi dengan kondisi sekarang , dimana banyak pimpinan instant, yang tiba tiba menjadi boss karena factor factor tertentu ,  dengan tidak melalui tahapan  seleksi  skill, mental, dan talenta yang ada dalam dirinya.  
Kenyataan ini terjadi  baik itu dibirokrat, politik, korporasi ataupun institusi lainnya, yang membuat kinerja di organisasi tersebut mempunyai kendala pada kwalitas pimpinan. 

Dan tidak bisa dipungkiri, itu juga berimbas kepada kinerja organisasi dalam mencapai tujuannya. Kita tidak perlu heran , kalau kinerja dibeberapa daerah itu kurang maksimal karena factor pelatihan yang kurang dipersiapkan untuk PIMPINAN yang instant ini .

Memang sudah banyak pimpinan daerah, atau korporasi yang menyadari hal ini, dan mereka mengejar ketertinggalan ini dengan pelatihan, pengembangan dan cara cara mengukur kinerja yang optimal bagi organisasinya, baik melalui  balance score card  ataupun metode lainnya.

JARKONI

Prof.Dr.Sondang P Siagian MPA dalam “ Manajemen Sumber Daya Manusia” mengatakan bahwa tujuan kesuksesan suatu organisasi tidak pernah lepas dari 4 kategori tujuan, yaitu :

  1.    Tujuan masyarakat secara keseluruhan.
  2.    Tujuan organisasi tersebut.
  3.    Tujuan fungsional yaitu manajemen SDM didalam organisasi.
  4.    Tujuan pribadi para anggota organisasi tersebut.



Kesuksesan suatu organisasi tidak hanya dengan tercapainya tujuan organisasi , tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat ataupun konsumen, internal organisasi maupun individu individu yang melaksanakan aktifitas organisasi tersebut. 

Suatu kompleksitas yang harus dimengerti oleh CEO,  Kepala Daerah, ataupun pimpinan Institusi. 

Jangan sampai seorang CEO atau Pimpinan Organisasi mempunyai sifat egois, dengan tidak mau melihat kekurangan dirinya, melupakan masukan dari bawahan, apalagi tidak berminat menambah skill nya melalui pelatihan dan pengembangan. 

Satu contoh dari  PHILLIPS B CROSBY dalam bukunya “QUALITY WITHOUT TEARS” tentang demotivasi.  
Seseorang yang telah diberikan pelatihan, dan mulai bekerja diperusahaan dengan anthusias yang tinggi,  serta bangga dengan institusi tersebut. 
Namun setelah beberapa bulan, dia mulai merasa bimbang.
  
Antara lain mulai mengeluh  : They don’t care about quality, I had this good idea but nothing happened, There is no way to get ahead around here, dan lain lain keluhan. 

Hal seperti ini adalah bibit dari suatu kerawanan soliditas organisasi,  yang harus cepat diselesaikan oleh sang CEO atau Pimpinan Organisasi. 

Seorang CEO yang dipersiapkan dari awal dengan spartan seperti si  Management Trainee diatas, tentu akan cepat tanggap,  karena dia merasakan hal yang sama disaat dia magang sebagai trainee dahulu.  
Begitupun CEO instant yang telah mengupgrade diri melalui pelatihan , akan merasa kawatir dengan situasi ini, karena bisa saja tujuan organisasi terhambat dengan kinerja SDM yang demotivasi. 

Maka sebaiknya jadilah  pimpinan yang  cepat  tanggap , ojo rumongso biso, nanging ora biso rumongso, jangan merasa serba bisa, tapi tidak merasakan apa yang sebenarnya terjadi.  

Dalam bahasa popular ini disebut sebagai  JARKONI.  
Singkatan dari  “BISO NGAJARI NANGING ORA BISO NGLAKONI”.  BISA MENGAJAR TAPI TIDAK BISA MELAKSANAKAN.  

Seorang CEO dituntut tahu lapangan, bersama sama turun kesana dan menguasai lapangan untuk lebih meyakinkan karyawannya. 

Seorang pensiunan jendral di POLRI yang terakhir bergelut di LEMDIK mengatakan kepada siswanya : “saya tidak mau hanya memberikan contoh yang baik baik  , tetapi saya harus melaksanakan contoh contoh yang saya berikan ini , didepan para siswa”.
Konsisten ucapan dan perbuatan , 

Komitmen terhadap ucapan.......sadarkah kita akan hal ini ?? 

Kesuksesan pencapaian TUJUAN  organisasi adalah kesuksesan kinerja seluruh jajaran sumber daya manusia .


Termasuk sang CEO.


Semoga.


eddie.priyono@yahoo.com

220516


Share:

Selasa, 12 April 2016

joyoboyo ......antara budaya , kearifan dan ...... pemahaman arti kehidupan.



Tradisi adalah kekayaan budaya ,
Luhurnya peninggalan leluhur , bisa dilihat dan dibaca dari sejarah,
Dan....bangsa Indonesia memiliki semau hal itu ,....warisan yang adiluhung....bermartabat tinggi.
Baik dari peninggalan sejarah , prasasti , buku , dan budaya yang sangat dalam ,
.......luas tiada batas nya untuk terus digali....
Tersebar dari Sabang sampai Merauke.....

Salah satu tulisan yang sangat dihargai , dipercaya dan menjadi mytos adalah "serat joyoboyo",
Sangat filosofis , arif ....dan selalu menjadi pertanyaan batin......
Benarkah Joyoboyo itu    'weruh sakdurunge winarah'....sudah mengerti sebelum terjadi ?

Tiada seorangpun yang tahu , karena serat ini hanya bisa dibaca, dihayati , dimengerti.... dan terakhir dipakai untuk instrospeksi diri.....
Penilaian diri agar tidak terjerumus kedalam kejahatan , kedzoliman,

Dan ..mengajak kita kedalam kebenaran , kebaikan , kejujuran  dalam  menemukan jatidiri yang terbaik dari nurani yang bersih.....




Sahabat remajaku , mas Widodo Pudjianto , entah sadar atau tidak , telah menjadi salah satu yang menyebarkan  rangkaian kata , syair dan pitutur dari Joyoboyo....

Dan akan bermanfaat untuk disimak menjadi cermin kehidupan , menemukan jatidiri ditengah dunia yang semakin semrawut...


Maturnuwun mas......"k a s i h   T u h a n   m e n y e r t a i".......



Mbesuk yen wis ono kreto tanpo jaran (= mobil)
Tanah Jowo kalungan wesi , ( rel keretaapi )
Prahu mlaku ing dhuwur awang awang , ( pesawat )
Kali ilang kedhunge ,
Pasar ilang kumandhang'e ,
Iku tondho yen jaman Joyoboyo wis cedhak,


Bumi soyo suwe soyo mengkeret ,
Sekilan bumi dipajeki ,
Jaran doyan sambel ,
Wong wadon nganggo pakeyan lanang , wong lanang
memba2 dadi wong wadhon ,

Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak waliking jaman,

Akeh janji ora ditetepi ,
Akeh wong nglanggar sumpahe dhewe ,
Menungso padha seneng tumindak salah ,
Ora gelem nggunakake hukum Alloh ,
Barang jahat diangkat angkat ,
Barang suci dibenci ,
Akeh menungso mung ngutamakke dhuwit ,
Lali kamanungsane ,
Lali kabecikane ,
Lali sanak lan kadange ,

Akeh bapa lali anak ,
Akeh anak wani nglawan wong tuwa ,
Sedulur padha cidra , Kaluwargo Padha curiga , Kanca
dadi mungsuh, mungsuh dadi kanca ,

Akeh menungsa lali asale , Ratune ( pemimpine ) ora adil ,
Akeh wong pangkat sing jahat ,
Akeh kelakuan sing ganjil ,
Wong apik apik padha kapencil , Akeh wong nyambut
gawe apik2 padha ngrasa isin ,
Luwih utama ngapusi ,
Wegah nyambut gawe ,

Kepingin urip mewah ,
Ngumbar nafsu angkara murka,nggedheake duraka ,
Wong bener thenger thenger ,
Wong salah malah bungah , Wong apik ditampik tampik ,
Wong jahat malah munggah pangkat , wong agung kasinggung,
Wong ala dipuja ,
Wong wadon ilang kawirangane ,
Wong lanang ilang kaprawirane,

Akeh wong lanang ora duwe bojo ,
Akeh wong wadon ora setia narang bojone ,
Akeh ibu padha ngedol anake ,
Akeh wong wadhon ngedol awake ,
Akeh wong padha ijol2an bojone ,

Wong wadon nunggang jaran ,
Wong lanang linggih plangki ,
Randha seuang loro ,
Prawan seaga lima ,
Dhuda pincang laku sembilan uang ,

Akeh wong ngedol elmu , Akeh wong ngaku aku , Njobone
putih njerone dhadhu ,
Ngakune suci nanging sucine palsu ,

Akeh bujuk akeh laja ,
Akeh udan salah mangsa ,Akeh prawan tuwo ,
Akeh randha nglairake anak ,
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapak'e.
,
Agama akeh sing nentang , Prikamanungsan soyo ilang ,
Omah suci dibenci ,
Omah ala soyo dipuja ,

Wong wadon lacur ing endi endi ,
Akeh laknat ,
Akeh pengkianat ,

Anak mangan bapak ,
Sedulur mangan sedulur , Konco dadi mungsuh ,
Guru disatru ,
Tangga padha curiga , Kana kene soyo angkara murka ,

Sing weruh kebubuhan ,
Sing ora weruh ketutuh , mbesuk yen ono peperangan ,
Teka saka wetan , kulon , kidul ,lor ,

Akeh wong becik soyo sengsara ,
Wong jahat soyo seneng , wektu iku akeh dhandhang
diunek ake kuntul ,
Wong salah dianggep bener , Pengkianat nikmat, durjana soyo katon nyoto ,

Wong jahat munggah pangkat ,
Wong lugu kabelenggu , wong mulya dikunjara ,

Sing curang garang ,
Sing jujur kojur ,
Pedagang akeh sing keplarang ,
Wong main akeh sing ndadi ,akeh barang haram ,
Akeh anak haram ,

Wong wadon nglamar wong lanang ,
Wong lanang ngasorake drajate dhewe ,

Akeh barang2 mlebu luang ,
Akeh wong kaliren lan wuda ,
Wong tuku ngglenik sing dodol ,
Sing dodol akal okol ,
Wong golek pangan kaya gabah diinteri ,

Sing kebat kliwat ,
Sing telah sambat ,
Sing edhe kesasar ,
Sing  cilik kepleset ,
Sing anggak ketunggak ,
Sing wedi mati ,
Sing nekad mbrekat ,
Sing jerih ketindih ,
Sing ngawur makmur ,
Sing ngati ati ngrintih ,
Sing ngedan keduman ,
Sing waras nggagas ,

Wong tani ditaleni ,
Wong dura ura2 ,
Ratu ora netepi janji, musna panguwasane ,
Bupati dadi rakyat ,
Wong cilik dadi priyayi,
Sing mendel -e dadi gede , Sing jujur ajur ,
Akeh omah ing duwur jaran ,
Wong mangan wong ,
Anak lali bapak ,
Wong tuwa lali tuwane ,
Pedagang adol barang saya laris ,
Bandhane saya ludes ,akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan ,

Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sengsara ,
Sing edan bisa dandan, Sing bengkong bisa nggalang gedhong ,
Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil ,

Ono peperangan ing njero , timbul amargo para pangkat
akeh sing salah tampa..

Pitutur Jawa asli iki aja dilalekno,
Urip iku mung sedhela ,



NASEHAT  DAN FILOSOFI INI , JANGAN DILUPAKAN....
KARENA  HIDUP  INI HANYA SEBENTAR.....

s e m o g a .


12042016

eddie.priyono@yahoo.com









Share:

Senin, 11 April 2016

dan.....si Ken pun tersenyum , meniti pelangi......pergi kelangit.


























Umur tidak bisa ditebak.
Tuhan lah Sang Penentu hidup ini .
Maha Agung , Engkau Sang Pencipta , Alloh SWT.

Satu keluarga bahagia , si Bapak seorang profesional di pengeboran minyak , jauh di Sumatra,
Sang ibu , bersama putra kesayangannya , menanti dengan setia kehadiran si Bapak setiap bulan,
Dan..si Ken kecil , gendut , lucu , pintar , belum genap 3 tahun , adalah "mutiara keluarga" ,
Dan..setiap bertemu , mereka selalu bersama ..... menikmati hidup bahagianya.

Alkisah , tiga minggu yang lalu , si Ken panas badannya , pilek batuk ..gejala sakit biasa,
Dan si Bapak yang melihat putranya sakit , memutuskan membawanya ke rumahsakit ,
Dan karena si Ken kejang kejang , terpaksalah menerima anjuran dokter untuk dirawat inap disitu...
Ahhh , tak ada masalah......dan kebahagiaan tetap terpancar dipasangan muda ini,
Berdua , mendamping putra yang mulai membaik , penuh canda diruang inap VIP RS tersebut.

Baru beberapa hari keluar dari RS , si Ken dilarikan ke RS yang lebih besar dan modern,
Panas badan yang tidak biasa , ditambah gejala lain , memaksa si ibu membawa berobat lagi,
Sang Bapak pun berlari kencang dari hutan tempatnya bekerja , hanya untuk menemani sang mutiara,
Seminggu penuh , si Ken berjuang di ICU yang diisolir......
Dan Minggu pagi menjelang subuh pun datang........
Bak halilintar menyambar, si Ken berpamitan ke ayah bundanya.....pergi untuk selamanya,
Si Ken kecil tersenyum , sudah selesai perjuangannya melawan rasa sakit ...

Si Ken sempat berbisik lirih ,..... sehari sebelumnya ,
Ibu , Ken mau pulang.....naik mobil bersama Bapak yaaa...



Jenasah si Ken kecil , dipeluk sang ayah , duduk dikursi belakang sedannya,
Sang ibu menyetir mobil itu didepan..
Dan kereta jenazahpun tidak dipakai , ..hanya sempat mengiringi sedan tersebut ke pemakaman,
Mereka bertiga ,
Tetap satu mobil ,hanya untuk mengantar "sang mutiara"  ketempat peristirahatan terakhir .

Dan...yang hadirpun mengusap airmatanya......menghapus kesedihan yang sangat dalam....

Satu realita hidup pahit yang telah terjadi..........



Dan itu semua kuasa Alloh SWT , tiada seorangpun yang sanggup menghentikannya...

Hari Sabtu sebelumnya , Gubernur Kepulauan Riau yang sudah sepuh.....juga meninggal dunia  saat mengikuti rapat kerja di Jakarta...
Hari Sabtu malam , mantan Menteri Tenaga Kerja , yang juga sudah sepuh, berpulang di Malaysia , setelah bertarung melawan penyakitnya ,...........
Seorang teman profesioanal, yang masih berusia dibawah 50 tahun , dan masih produktif ........... disaat yang sama juga berpulang , setelah stroke menimpanya.....

Usia bukan ukuran seorang anak manusia ,
Bisa tua , setengah baya , atau bahkan balita.....
Setiap saat , bisa dipanggil Yang Maha Kuasa..
Apa yang menjadi bekal selama hidup...???
Apa yang akan dipertanggungjawabkan diakherat......??
Mari kita instrospeksi dan menjawabnya sendiri....

Wahai para Penguasa , Pengusaha Nakal , Anggota Parlemen , Pejabat , Pekerja Sosial , Pengurus Masjid , Guru sekolah....dan siapapun...siapapun......yang hidup diplanet bumi ini...

Masih berani  KORUPSI...?
Masih berani  PATGULIPAT DENGAN KEUANGAN  dan  PAJAK   ?
Masih berani  BERZINA , JUDI , MABUK , MERAMPOK , MENCURI ...?
Masih berani berbuat yang melanggar aturan agama , melanggar norma hidup ?
Dipersilakan ,dan diri sendirilah yang mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan Tuhan,

Artikel ini hanya mengingatkan kepada diri penulis sendiri , dan sahabat , saudara , siapapun yang memahami arti kebaikan dalam hidup ini .....
Syiar memang harus dimulai dari diri sendiri , keluarga dan seterusnya.......

Selamat jalan para almarhum yang mendahului kita...
Selamat jalan ananda Ken...
Kita iringi doa , sambil memandang si Ken yang tersenyum.......
Meniti pelangi......pergi kelangit...............dan menuju sorga.

s e m o g a.

11042016

eddie.priyono@yahoo.com


Share:

Jumat, 25 Maret 2016

TAMAN GIGI is PROFESSIONALISM SOCIAL RESPONSIBILITY




Persoalan tidak ada habisnya dinegeri ini.
Silih berganti setiap hari.

Baru saja diributkan , penghinaan yang dilakukan seorang artis , terhadap lambang negara .
Dan akhirnya diketahui oleh masyarakat, latar belakang pendidikan dia termasuk rendah , bertolak belakang dengan ketenarannya yang tinggi , dan menjadi idola sebagian masyarakat.
Namun , kalau ditelaah lebih dalam , sebenarnya bukan hanya karena pendidikannya saja yang rendah , tetapi juga RASA KEBANGSAAN , kebanggaan terhadap negeri ini , yang notabene telah menghidupi dan melindunginya............SANGAT  MEMPRIHATINKAN. 
Bayangkan , kalau dia menjawab HARI  KEMERDEKAAN negeri ini , pada tanggal 32 Agustus ??.
Wahhhh semua juga tahu , tidak ada tanggal 32 di kalender !

Sekedar untuk lucu2an ? Ini sih tidak lucu , namun ngawur dan melecehkan....ditambah solah tingkah dalam menjawab isi PANCASILA....melalui cucuran darah dan airmata , diciptakan oleh para pahlawan , untuk menjadi dasar negara ini.
TINGKAT PENDIDIKAN , RASA NASIONALISME , KESADARAN BERNEGARA , dan tidak bisa membedakan mana yang  SERIUS  dan mana yang  JOKE.........adalah masalah utamanya.
Biarlah proses berlanjut dan PEMBELAJARAN apapun boleh diberikan kepadanya , sebijaksana mungkin , untuk mendidik dan membuat effek jera kepada siapapun.
Kalau bukan kita sebagai warga negara Indonesia , siapa lagi yang akan menjunjung tinggi kehormatan bangsa...????

Kita coba lihat lebih dalam lagi......
Kenapa media elektronik masih juga menyiarkan dan membuat acara2 seperti ini ? 
Talkshow entertainment yang semakin hari semakin menjamur disemua media elektronik , khususnya yang berhaluan TV entertainment ?.....
Jawabnya sangat mudah..karena "RATING" nya tinggi , pemasang iklan banyak dan mahal , apalagi disaat prime time ? .....
Mengejar margin dari iklan yang masuk di program tersebut , dengan tidak mengacuhkan norma pendidikan untuk pemirsanya ? ...
Tidak adakah unsur chek rechek sebelum on air , karena kejar tayang , .....jadi harus  LIVE  ???
Acara yang katanya disukai pemirsa , belum tentu bermanfaat untuk masyarakat , itu seharusnya menjadi  concern  bagi media tersebut !
Hal yang patut dipikirkan dan ditindak lanjuti oleh KPI...Komisi Penyiaran Indonesia.

Mari kita lihat sebentar ke Korporasi yang memasang iklan diprogram sejenis ini .....
Korporasi membayar tinggi untuk iklan media elektronik ini,......katanya untuk image building , remind our consumers , LAUNCHING  product,  dan lain lain.....
Pada era 80 an saat Pemerintah melarang iklan di TV,  karena mendorong konsumerisme saat itu , Korporasi menghilangkan Promosi ‘above the line’, yaitu periklanan melalui media elektronik dan media cetak , dan mensupport semua aktivitas dengan ‘below the line’ yang berupa sales promotion ke seluruh jaringan distribusi dan direct ke konsumennya.
Dan tetap mendapatkan growth bisnis setiap tahunnya...... !!!

Lihat juga saat ini , industri rokok yang dibatasi siaran iklannya hanya ditengah malam...dan tetap saja terkenal....
Siapa yang tidak kenal klub badminton milik salah satu industri rokok ?

Apalagi kalau kita melihat industri minuman beralkohol......zero advertising....namun dengan below the linenya, mereka survive , dan menggunakan 30% budget tahunan untuk aktivitas sales promotion.
Ini sekedar mengingatkan Korporasi yang ‘boros’ di periklanan media , selayaknya mempertimbangkan untuk mengurangi , dan dialihkan ke salespromotion , apalagi disaat konsumen mengalami “sulit dimasa sulit” karena ekonomi yang sedang sulit saat ini.
Promo Inovasi adalah kuncinya.

Semua masalah diatas hanya bisa diatasi dengan  PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH .....PERAN TELEVISI dalam menyajikan PROGRAM ACARA BERMUTU ,  KORPORASI bersedia MENGURANGI ANGGARAN ABOVE THE LINE untuk dialihkan menjadi BENEFIT LANGSUNG  kekonsumen masing2 . 
Silakan direnungkan , demi memberi sedikit bonus ke konsumen langsung , dan tidak hanya ke media elektronik......


PROFESIONALISM  SOCIAL  RESPONSIBILITY.


Ada yang menarik dari fenomena taman kota. Selain berfungsi sebagai paru2 kota, juga berfungsi sebagai tempat rekreasi murah, sarana olahraga , dan penghias kota.

Tidak disangsikan lagi , saat ini , setiap kota berlomba merevitalisasi atau membuat taman baru, untuk menyegarkan kota yang sudah sesak , terkena dampak ‘global warming’.


Dari ibukota , kota besar , kota kecil sampai kepelosok desa , berpacu menghijaukan lingkungannya. Alhamdullilah.

Fungsi taman sebagai paru2 kota , sebenarnya bisa digunakan juga , untuk sarana pendidikan luar sekolah , yang secara tidak langsung akan meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Taman LALULINTAS di Bandung , sudah sejak puluhan tahun yang lalu , menjadi tempat main anak2 sekaligus belajar berlalulintas yang benar dan santun dijalan raya......
Pemikiran yang sangat maju dimasa lalu.

Tidak salah kalau Jakarta , Bandung dan kota2 lain , beradu inovasi untuk mendapatkan manfaat lebih , dari bukan hanya sekedar taman.

Dan tidak salah juga , kalau seorang Kepala Daerah di JAWA BARAT , melibatkan kaum profesional untuk berlomba menciptakan taman, difasilitasi sarana Fasos Fasum , dengan  merevitalisasi taman2 milik kotanya , menjadi  TAMAN PENDIDIKAN , sekaligus memberi pendidikan sesuai profesi mereka.
TAMAN GIGI , dipugar oleh PDGI setempat , atas rekomendasi Walikota , dan ditaman tersebut terpampang brosur tentang kesehatan gigi , merawat gigi ,....... tentunya tanpa iklan dimana alamat si dokter gigi.., dan semua hanya bertujuan mendidik masyarakat dilingkungan tersebut tentang gigi.

Taman menjadi lebih multi fungsi.
Bukan hanya paru2 kota , tempat olahraga, tempat rekreasi anak2, tempat aktifitas sholat Ied , dan terakhir bertambah dengan fungsi sebagai sarana pendidikan tidak langsung.

Para profesional dan asosiasinya tentu akan lebih berminat untuk memberikan PSR nya, sebagai sumbangsih dari keprofesionalismenya.

PSR sudah selayaknya dilaksanakan , terutama dengan rencana 'seribu taman' yang dicanangkan dikota tersebut.

Dan saat peresmian taman tersebut , PDGI setempat pun tersenyum , karena telah mempunyai sarana pendidikan gigi sesuai keahliannya , kepada masyarakat.

Para pamong di tingkat Kelurahan dan Kecamatan pun lebih senang , dengan bertambahnya sarana keindahan, manfaat taman yang multi fungsi.

Dan para kepala daerah lain , dipersilahkan berlomba memanfaatkan apapun asset wilayahnya untuk menjadi lebih berfungsi.....ikut concern terhadap pendidikan warganya secara tidak langsung.

Dan pak Ketua RW yang BUKAN PEGAWAI PEMDA  atau PEMKOT pun mengucap syukur , karena niatnya untuk mengabdi dengan tulus iklas tercapai.
Hanya AMAL  KEBAIKAN dan PAHALA yang dia yakini , akan diberikan oleh ALLOH SWT , TUHAN  yang  MAHA PENGASIH.


S e m o g a.

eddie priyono.
Konsultan , Pelaku , Pengamat Manajemen dan Bisnis.
Advisor Lembaga Pusat Studi dan Komunikasi Pemerintahan (PUSKOPEM)

eddie.priyono@yahoo.com
250316
Share:

Sabtu, 19 Maret 2016

'hambalang yang malang dipenuhi ilalang'


























Musim hujan masih belum usai  , banjir dan udara dingin masih terasa.......namun dunia makin panasss,...panas oleh ulah manusia yang terkadang sulit untuk  bisa dipahami .....kelakuan dan pikirannya.

Yang benerrr  ??.

Coba kita perhatikan sedikit  saja ...........,

Sebentar lagi Munas GOLKAR , perhelatan untuk memilih pimpinan baru ditingkat Nasional ,... dan.... para kandidat maupun yang pengin jadi kandidat , atau yang bermimpi jadi kandidat , berlomba mencari dan 'mencuri' perhatian anggota partai  didaerah bahkan  sampai pelosok.
Entah dengan penggalangan, konsolidasi, memperkuat jaringan masing2 , sampai keusaha apapun ...asal bisa terpilih .
Himbauan politik tanpa uang pun mengemuka , dan semua mengatakan TIDAK  melakukan politik sebar uang,...tapi sapa yang tahu , kalau caranya apik , tak terenduss siapapun , biar haram tetap dianggap halal.....asal bisa jadi KETUM ....hahaha..

Dan mereka lupa, Alloh SWT , TUHAN yang MAHA TAHU ....yaaa tahuu ajaaa..... silakan pertanggung jawabkan nanti di akherat...he he he.

Pemilihan GUBERNUR DKI masih satu tahun lagi,...tapi lihat...sudah beberapa BALON alias bakal calon yang mulai genit , atau menggenitkan diri , agar mendapat simpati masyarakat DKI.
Ada yang berniat tidak menggusur rakyat kecil , mempertahankan angkutan yang sudah bobrok , yang penting sopir dan keluarganya tertarik dan memilihnya,....dan lain2 cara yang terkadang menggelikan , memprihatinkan ,........ itulah strategi masing2 BALON......silakan aja. trusssss....
bagaimana memecahkan masalah banjir , macet dijalan ...waahhhh...rahasia mereka juga.
Bukankah yang penting itu aturan main yang tidak merugikan masyarakat bawah......
Bukankah masyarakat bawah harus semakin sejahtera , dan seluruh rakyat bisa menikmati hasil pembangunan , dari  'imbalan'  pajak2 yang dibayarnya  ??
dan akhirnya , semua bisa happy bersama gubernur ??

Dan itu perlu pemikiran yang 'dalam dan innovatif' , bukan hanya sekedar janji 2 alias PHP ?

Yang terakhir ...
Ini dia..masalah HAMBALANG , yang secara tiba2 Presiden sidak dan mendapatkan keadaan yang sangat memprihatinkan... pengeluaran anggaran negara yang nilainya TRILYUNAN rupiah ... tetapi kita semuapun tahu ...itu dikorupsi oleh  'pejabat pemerintah'  sebelum Presiden yang sekarang......

HAMBALANG  yang   MALANG  penuh  ILALANG,,,,,

Anehnya disatu pihak menyebut sebagai sindiran balik terhadap sindiran mantan presiden yang sedang getol mengadakan  tour  de  java.....walaaahhhh
Sindiran yang senyap , tetapi langsung menohok...  "ini looo peninggalan anda2...???"

Gayung bersambut.....dijawab oleh pihak lainnya ...proyek terhenti karena..Institusi HUKUM tidak mengijinkan otak atik bangunan tersebut ,sedang  dalam taraf penyidikan.....makanya masih seperti ituuu....
Makin rame dan makin ramee he he he...itu kan 'pencitraan' katanyaaa

Mari kita berpikir positif sedikit saja...

Pemerintah yang sekarang ikut bertanggung jawab dan melanjutkan pembangunan apapun yang telah dilakukan pemerintah yang sebelumnya , untuk kepentingan bangsa dan negara. termasuk olahraga..

Seharusnya kita berpikir ...... , bagaimana kalau  Presiden memang mau datang ke HAMBALANG untuk melihat sendiri , ada apa ....dan bagaimana keadaan disana, ....dilanjutkan dengan............. MEMBICARAKAN bersama kabinetnya , .......dan MEMUTUSKAN  apa langkah berikutnya.....
gitu kan bagusss too, yaa tooo...

Kita sebaiknya berpikir..... itu bukan 'pencitraan' , apalagi  'sindir menyindir'.....
Dan tidak perlu lagi membuat polemik yang memanaskan pihak lain...

Dan sebaiknya ......pihak lain pun jangan terlalu sensitif , seolah ada sindiran untuk mereka.. .....teruskan saja tour de jawa nya........mempersiapkan pilpres jauh jauh hari....atau sering disebut  'test the water'.......monggo aja, wong tidak dilarang undang2...

Dan kita semua..
Mari kita ciptakan suasana sejuk , damai , dan kondusif,...tidak manas2in.....emang mau bakar sate....
Jangan sampe ada anggapan .....yang berkuasa Mr X maka aku bela dia........
nanti kalo yang berkuasa Mr Y kita berbalik lagi.......ngga elokk itu........

Medsos sebaiknya kita pakai untuk menggalang persatuan dan kesatuan , bukan untuk politik2an , apalagi politik praktis yang terkadang tidak etis......dilengkapi dengan bully2an........

Semoga..... Presiden kita , juga mantan2  Presiden dan pimpinan2 negeri ini, tetap bisa menjaga silaturahmi , kekeluargaan dan  kerukunan sebagai ungkapan sesama WNI ,  sebangsa dan setanah air.......Indonesia..!!!.
Akur lahir batin , walau berbeda prinsip dan visimisi nya.........tohhh tujuannya sama..... untuk kesejahteraan  rakyat Indonesia...

Bapak Presiden dan seluruh jajarannya...silakan teruskan menjalankan amanah rakyat...karena legalitas telah dipegang....sampai saatnya PILPRES yad....
Rakyat menanti hasil karya bapak2...sesuai janji2 waktu kampanye dulu...

Kita bangun masyarakat yang  SANTUN ,  menghormati satu sama lain dalam kerangka NKRI.


s e m o g a.

eddie priyono@yahoo.com

200316












Share:

Sabtu, 23 Januari 2016

pe ja bat negeri



Seseorang dengan pangkat Mayor, disalah satu kesatuan TNI , mendapat tugas penyamaran di Papua.
woouuww ......
Tugas yang sudah pasti jauh dari kenikmatan , karena dia harus menyamar menjadi penjual baju , dengan membuka toko kecil disana.
Tugas adalah tugas , disiplin dan tanggungjawab tetap prioritas....

Singkat cerita....surprised dan tak diduga siapapun......pak Mayor mengundurkan diri dari dinasnya ,
sayang sekali kan...hanya ingin meneruskan menjual baju ..meninggalkan pangkat Mayor  nya....

Selanjutnya , beliau nyalon PILKADA di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah..dan ..alhamdulillah , puji Tuhan....beliau menang dan saat ini menjadi Bupati didaerahnya.......rruarrbiasaaa...

Yang menjadi lebih hebat dan SPEKTAKULER  adalah  salah satu statement beliau......bahwa saya , keluarga saya , kerabat saya , siapapun saudara saya....tidak diperkenankan berbisnis di Kabupaten ini.......TIDAK BOLEH !!!!
Karena akan rancu dan menimbulkan persepsi , kekawatiran masyarakat adanya kroniisme , penggunaan fasilitas , dan tafsiran negatif lainnya.....

Waaaaahhhhh, ini baru berita !!!!!

Laaa kalo pejabat Republik ini,  semua mencontoh sang bupati .................betapa indah dunia,
Laaa kalo pejabat, penguasa , pengusaha dicampur aduk bersama keluarga.......apa kata dunia !!!!.

Kekuasaan , kekayaan , materi dan apapun yang bersifat duniawi....TIDAK DIBAWA MATI.
Yang kita bawa , ....hanyalah  KAIN KAFAN DAN KEBAJIKAN   selama hidup didunia ini.

Jabatan , Kekuasaan , tak ada yang  ABADI.....jadi berbuatlah yang terbaik untuk NEGERIII...

s e m o g a.


minggu 240116.

eddie.priyono@yahoo.com
Share:

Iklan

Iklan
Portal berita ekonomi bisnis keuangan

Total Tayangan Halaman

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular