Translate

AKU adalah AKU....aku yang dilahirkan dari keluarga sederhana dikota kecil,
AKU adalah AKU....aku yang dipecut sejak kecil untuk menjadi manusia yang berguna dihari tua,
AKU adalah AKU....aku yang melihat segalanya dari kacamata seorang manusia,
terimakasih bapak , maturnuwun ibu , bahkan airmata ku pun tak bisa membalas kebaikan ini,
segala puja doa , hanya bisa kukirim ,  untukmu almarhum bapak ibu,
dan hanya bisa bersyukur kepada MU ya ALLOH , Tuhan sang Maha Penyayang ......
purna kata , sudah selayaknya aku harus "memanusiakan manusia dengan nurani".......
aku
,eddiepriyono.

 

Jumat, 25 Maret 2016

TAMAN GIGI is PROFESSIONALISM SOCIAL RESPONSIBILITY




Persoalan tidak ada habisnya dinegeri ini.
Silih berganti setiap hari.

Baru saja diributkan , penghinaan yang dilakukan seorang artis , terhadap lambang negara .
Dan akhirnya diketahui oleh masyarakat, latar belakang pendidikan dia termasuk rendah , bertolak belakang dengan ketenarannya yang tinggi , dan menjadi idola sebagian masyarakat.
Namun , kalau ditelaah lebih dalam , sebenarnya bukan hanya karena pendidikannya saja yang rendah , tetapi juga RASA KEBANGSAAN , kebanggaan terhadap negeri ini , yang notabene telah menghidupi dan melindunginya............SANGAT  MEMPRIHATINKAN. 
Bayangkan , kalau dia menjawab HARI  KEMERDEKAAN negeri ini , pada tanggal 32 Agustus ??.
Wahhhh semua juga tahu , tidak ada tanggal 32 di kalender !

Sekedar untuk lucu2an ? Ini sih tidak lucu , namun ngawur dan melecehkan....ditambah solah tingkah dalam menjawab isi PANCASILA....melalui cucuran darah dan airmata , diciptakan oleh para pahlawan , untuk menjadi dasar negara ini.
TINGKAT PENDIDIKAN , RASA NASIONALISME , KESADARAN BERNEGARA , dan tidak bisa membedakan mana yang  SERIUS  dan mana yang  JOKE.........adalah masalah utamanya.
Biarlah proses berlanjut dan PEMBELAJARAN apapun boleh diberikan kepadanya , sebijaksana mungkin , untuk mendidik dan membuat effek jera kepada siapapun.
Kalau bukan kita sebagai warga negara Indonesia , siapa lagi yang akan menjunjung tinggi kehormatan bangsa...????

Kita coba lihat lebih dalam lagi......
Kenapa media elektronik masih juga menyiarkan dan membuat acara2 seperti ini ? 
Talkshow entertainment yang semakin hari semakin menjamur disemua media elektronik , khususnya yang berhaluan TV entertainment ?.....
Jawabnya sangat mudah..karena "RATING" nya tinggi , pemasang iklan banyak dan mahal , apalagi disaat prime time ? .....
Mengejar margin dari iklan yang masuk di program tersebut , dengan tidak mengacuhkan norma pendidikan untuk pemirsanya ? ...
Tidak adakah unsur chek rechek sebelum on air , karena kejar tayang , .....jadi harus  LIVE  ???
Acara yang katanya disukai pemirsa , belum tentu bermanfaat untuk masyarakat , itu seharusnya menjadi  concern  bagi media tersebut !
Hal yang patut dipikirkan dan ditindak lanjuti oleh KPI...Komisi Penyiaran Indonesia.

Mari kita lihat sebentar ke Korporasi yang memasang iklan diprogram sejenis ini .....
Korporasi membayar tinggi untuk iklan media elektronik ini,......katanya untuk image building , remind our consumers , LAUNCHING  product,  dan lain lain.....
Pada era 80 an saat Pemerintah melarang iklan di TV,  karena mendorong konsumerisme saat itu , Korporasi menghilangkan Promosi ‘above the line’, yaitu periklanan melalui media elektronik dan media cetak , dan mensupport semua aktivitas dengan ‘below the line’ yang berupa sales promotion ke seluruh jaringan distribusi dan direct ke konsumennya.
Dan tetap mendapatkan growth bisnis setiap tahunnya...... !!!

Lihat juga saat ini , industri rokok yang dibatasi siaran iklannya hanya ditengah malam...dan tetap saja terkenal....
Siapa yang tidak kenal klub badminton milik salah satu industri rokok ?

Apalagi kalau kita melihat industri minuman beralkohol......zero advertising....namun dengan below the linenya, mereka survive , dan menggunakan 30% budget tahunan untuk aktivitas sales promotion.
Ini sekedar mengingatkan Korporasi yang ‘boros’ di periklanan media , selayaknya mempertimbangkan untuk mengurangi , dan dialihkan ke salespromotion , apalagi disaat konsumen mengalami “sulit dimasa sulit” karena ekonomi yang sedang sulit saat ini.
Promo Inovasi adalah kuncinya.

Semua masalah diatas hanya bisa diatasi dengan  PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH .....PERAN TELEVISI dalam menyajikan PROGRAM ACARA BERMUTU ,  KORPORASI bersedia MENGURANGI ANGGARAN ABOVE THE LINE untuk dialihkan menjadi BENEFIT LANGSUNG  kekonsumen masing2 . 
Silakan direnungkan , demi memberi sedikit bonus ke konsumen langsung , dan tidak hanya ke media elektronik......


PROFESIONALISM  SOCIAL  RESPONSIBILITY.


Ada yang menarik dari fenomena taman kota. Selain berfungsi sebagai paru2 kota, juga berfungsi sebagai tempat rekreasi murah, sarana olahraga , dan penghias kota.

Tidak disangsikan lagi , saat ini , setiap kota berlomba merevitalisasi atau membuat taman baru, untuk menyegarkan kota yang sudah sesak , terkena dampak ‘global warming’.


Dari ibukota , kota besar , kota kecil sampai kepelosok desa , berpacu menghijaukan lingkungannya. Alhamdullilah.

Fungsi taman sebagai paru2 kota , sebenarnya bisa digunakan juga , untuk sarana pendidikan luar sekolah , yang secara tidak langsung akan meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Taman LALULINTAS di Bandung , sudah sejak puluhan tahun yang lalu , menjadi tempat main anak2 sekaligus belajar berlalulintas yang benar dan santun dijalan raya......
Pemikiran yang sangat maju dimasa lalu.

Tidak salah kalau Jakarta , Bandung dan kota2 lain , beradu inovasi untuk mendapatkan manfaat lebih , dari bukan hanya sekedar taman.

Dan tidak salah juga , kalau seorang Kepala Daerah di JAWA BARAT , melibatkan kaum profesional untuk berlomba menciptakan taman, difasilitasi sarana Fasos Fasum , dengan  merevitalisasi taman2 milik kotanya , menjadi  TAMAN PENDIDIKAN , sekaligus memberi pendidikan sesuai profesi mereka.
TAMAN GIGI , dipugar oleh PDGI setempat , atas rekomendasi Walikota , dan ditaman tersebut terpampang brosur tentang kesehatan gigi , merawat gigi ,....... tentunya tanpa iklan dimana alamat si dokter gigi.., dan semua hanya bertujuan mendidik masyarakat dilingkungan tersebut tentang gigi.

Taman menjadi lebih multi fungsi.
Bukan hanya paru2 kota , tempat olahraga, tempat rekreasi anak2, tempat aktifitas sholat Ied , dan terakhir bertambah dengan fungsi sebagai sarana pendidikan tidak langsung.

Para profesional dan asosiasinya tentu akan lebih berminat untuk memberikan PSR nya, sebagai sumbangsih dari keprofesionalismenya.

PSR sudah selayaknya dilaksanakan , terutama dengan rencana 'seribu taman' yang dicanangkan dikota tersebut.

Dan saat peresmian taman tersebut , PDGI setempat pun tersenyum , karena telah mempunyai sarana pendidikan gigi sesuai keahliannya , kepada masyarakat.

Para pamong di tingkat Kelurahan dan Kecamatan pun lebih senang , dengan bertambahnya sarana keindahan, manfaat taman yang multi fungsi.

Dan para kepala daerah lain , dipersilahkan berlomba memanfaatkan apapun asset wilayahnya untuk menjadi lebih berfungsi.....ikut concern terhadap pendidikan warganya secara tidak langsung.

Dan pak Ketua RW yang BUKAN PEGAWAI PEMDA  atau PEMKOT pun mengucap syukur , karena niatnya untuk mengabdi dengan tulus iklas tercapai.
Hanya AMAL  KEBAIKAN dan PAHALA yang dia yakini , akan diberikan oleh ALLOH SWT , TUHAN  yang  MAHA PENGASIH.


S e m o g a.

eddie priyono.
Konsultan , Pelaku , Pengamat Manajemen dan Bisnis.
Advisor Lembaga Pusat Studi dan Komunikasi Pemerintahan (PUSKOPEM)

eddie.priyono@yahoo.com
250316
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan

Iklan
Portal berita ekonomi bisnis keuangan

Total Tayangan Halaman

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular